Rabu, 02 Maret 2016

Pilih Mp3 atau Flac?



Beberapa waktu lalu saya sempat berdebat dengan salah seorang teman di kampus soal musik, inti dari perdebatan kami adalah tetang format atau ekstensi dari sebuah file audio antara .mp3 dengan .flac

Pada dasarnya kedua jenis file tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, beberapa orang mengatakan kualitas file flac lebih baik ketimbang file jenis mp3. Namun juga tak sedikit yang menganggap bahwa kualitas keduanya sama saja.
Untuk menggali informasi lebih banyak tentang format audio flac, saya sempatkan untuk bertanya ke salah seorang senior di kampus yang mana dia telah lama menjadi asisten praktikum bidang multimedia selama masa studinya, dan saya fikir dia pasti tau sedikit banyak tentang format audio. Menurutnya untuk beberapa kasus, format audio flac mendukung multi track audio sehingga menyebabkan ukuran file jadi besar. Apabila dalam mixing musik, multi track memang sangat berguna. Misalnya kita membuat sebuah lagu, maka kita bisa memasukan hasil rekaman alat musik yang berbeda-beda ke beberapa track dan menjadikannya satu buah file flac. Dan apabila setelah didengarkan hasilnya dan ternyata dirasa ada yang yang perlu diubah, maka kita bisa membuka file flac tersebut untuk dilakukan editing ulang karena isi file tetap dalam kondisi track yang terpisah antar alat musik. sedangkan untuk mp3, tidak bisa menggunakan multi track, yang artinya setelah penggabungan beberapa alat musik dan menyimpannya, maka ketika dibuka kembali hanya akan ada satu buah track saja, akibatnya untuk itu kita tidak bisa mengedit ulang file tersebut apabila ada kesalahan. Satu-satunya cara adalah dengan membuka kembali file project kita yang pastinya juga harus ada file mentah bahan rekaman utama, namun cara ini kurang praktis karena tentu memakan ruang penyimpanan yang besar. Nah itulah salah satu keuntungan penggunakan file flac menurutnya.
Mengenai kualitas audio atau output, kembali saya coba bertanya ke forum kaskus mengenai perbedaan tersebut. Dari rekam jejaknya, orang yang saya tanya sepertinya sudah berpengalaman dalam hal audio, terbukti dengan banyaknya review perangkat audio berupa speaker aktif yang telah dia buat di kaskus. Menurutnya, untuk membuat sebuah file flac mampu mengeluarkan kualitas audio yang baik, maka diperlukan juga speaker yang mumpuni. Dalam hal ini menurutnya, sebuah speaker dengan harga dibawah 1 jutaan masih belum dapat membedakan antara audio flac dan mp3. Untuk membuktikan perkataannya, sayapun bereksperimen dengan mengkonversikan sebuah musik dengan ekstensi .flac menjadi file .mp3 lalu saya dengarkan dengan speaker edifier dan juga sebuah earphone sennheiser murah yang ada di pasaran dengan harga dibawah 500k. Ternyata benar, audio yang saya dengar antara kedua file tersebut tidak ada bedanya sama sekali.

Akhirnya saya menemukan pencerahan mengapa banyak yang bilang kualitas antara mp3 dan flac itu sama, ternyata untuk memutar file flac memang memerlukan kebutuhan output yang berbeda dengan mp3. Tidak sekedar speaker atau headphone biasa yang bisa mengeluarkan kualitas secara maksimal pada audio flac. Jadi intinya, memilih sebuah file audio juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan media player output yang kita punya. Tidak melulu flac lebih bagus, apa artinya jika kita mendengarkan musik flac tetapi menggunakan headphone atau speaker yang biasa-biasa saja. Begitu juga sebaliknya, kita punya speaker dan headphone yang bagus tetapi hanya menggunakan file mp3 alhasil speaker tidak bekerja maksimal. Namun untuk editing dan mixing audio, saya sarankan menggunakan file flac mengingat fitur yang diberikan ternyata cukup berguna dan masih banya fitur lain dari file flac selain dari yang saya sampaikan di atas. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Minggu, 08 Maret 2015

Mega Bazaar Technology Entertainment 2015 JEC

Teknologi begitu cepat berkembang, setiap tahun selalu saja ada yang baru, Begitu juga dengan dunia hiburan di mana para produsen selalu membuat inovasi baru mereka. Tidak ada habisnya memang jika kita ingin selalu memiliki perangkat teknologi yang selalu up to date seperti misalnya gadget.
Sementara di Jogja sendiri, demi memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu ingin terdepan soal perangkat gadget mereka, diadakanlah sebuah pameran elektronik yang rutin setiap awal tahun. Mega Bazaar, itulah nama dari salah satu acara pameran terbesar itu.
Untuk tahun 2015 ini, Mega Bazaar diselenggarakan mulai dari tanggal 7 - 11 Maret 2015 berlokasi di gedung JEC (Jogja Expo Center) yang ada di Jalan Janti, Banguntapan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama lima hari tersebut, panitia acara menyelenggarakan berbagai kegiatan seru mulai dari flash sale, diskon, lelang gadget, undian berhadiah, dan banyak lagi. Jadi bagi kalian yang berniat untuk mengupdate gadget kalian, bisa datang ke acara Mega Bazaar tersebut, dengan membayar htm sebesar Rp. 5.000 saja. Di sana juga ada stand Kaskuser regional Jogja lo gan, buat agan dan aganwati yang mau mampir sekedar silaturahmi juga bisa.


Panggung hiburan

Stand Oppo

Stand Asus



suasana pameran

suasana pameran

Ada lapak kaskuser Jogja juga di sana

Tempat bersantai sambil membaca brosur

Sabtu, 07 Maret 2015

BATTLE OF INDIE MULTIMEDIA - BOIM AMIKOM 2015

Industri hiburan tanah air selalu memiliki hal baru setiap waktu. mulai dari film, musik, acara komedi, dan banyak lagi. Amikom sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki banyak inovasi di bidang hiburan juga tidak mau ketinggalan, seperti beberapa film yang tengah digarap oleh MSV Picture ( salah satu badan usaha Amikom ) juga merupakan bentuk kontribusi Amikom terhadap industri hiburan tanah air.
sementara itu, mahasiswa Amikom juga tidak ingin ketinggalan tentunya. Sebagai salah satu bentuk kontribusi dari mahasiswa, sebuah ajang di gelar oleh mereka, BOIM salah satunya. Adalah sebuah ajang kompetisi karya multimedia dengan level mahasiswa, yaitu Battle Of Indie Multimedia. Karnanya, hanya mahasiswa amikom khusus yang sedang mengambil mata kuliah Multimedia saja yang bisa mengikuti acara tersebut.
BOIM sendiri sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Sementara untuk tahun ini, acara di selenggarakan pada tanggal 9 - 14 Februari 2015, termasuk kegiatan screening dan award pada 14 Februari. Namun untuk tahun 2015 ini ada perbedaan cukup mencolok di acara tersebut, di mana pada tahun sebelumnya jika pada saat Award BOIM diselenggarakan di ruang Citra Amikom, pada acara Award BOIM 2015 ini di selenggarakan di ruangan baru dan gedung amikom, yaitu Amikom Cinema. Dalam ajang tersebut, beberapa penghargaan diberikan kepada pemilik karya terbaik di tiap masing - masing kategori karya. BOIM sendiri memiliki beberapa kategori yang dilombakan, di antaranya Indie Movie, TV Comercial dan Music Video.
Empat hari sebelum Award diselenggarakan, panitia acara menggelar Screening atau nonton bareng karya - karya yang telah terkumpul dari mahasiswa sebelumnya. dalam kegiatan tersebut, para seniman muda yaitu mereka mahasiswa yang membuat karya terlihat sangat antusias mengikuti acara nonton bareng. Berikut beberapa foto yang sempat saya abadikan melalui lensa kecil waktu itu.


Peserta terlihat antusias melihat jadwal tayang karya mereka

Suasana nonton bareng di basement amikom

Nonton bareng di ruang Citra

Nonton bareng lagi

Suasana Award di ruang Amikom Cinema

terlihat kemeriahan saat penutupan acara berlangsung

Teman - teman panitia acara bersama salah satu dosen Multimedia Amikom